Ini Makna dan Tradisi Banyupinaruh Bagi Umat Hindu


Februari 7, 2025

Beat Radio – Beat Lovers,Banyupinaruh adalah salah satu rangkaian upacara dalam ajaran Hindu di Bali yang jatuh sehari setelah Hari Saraswati, yaitu pada hari Minggu atau Redite Paing wuku Sinta. Secara etimologi, “Banyu” berarti air, dan “Pinaruh” berarti kebijaksanaan, sehingga Banyupinaruh bermakna air kebijaksanaan.

Makna Banyupinaruh

Banyupinaruh memiliki makna penyucian diri secara lahir dan batin agar dapat menerima ilmu pengetahuan dengan baik dan menggunakannya untuk kebaikan. Umat Hindu percaya bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh harus dibarengi dengan kebijaksanaan dan kesucian hati agar bermanfaat bagi kehidupan.

Tradisi dalam Banyupinaruh

Pada hari Banyupinaruh, umat Hindu di Bali biasanya:

1. Melukat (Mandi dan Mensucikan Diri) – Mandi atau merendam diri di laut, sungai, atau sumber mata air suci sebelum matahari terbit sebagai simbol pembersihan diri.

2. Persembahyangan – Setelah melukat, umat melakukan persembahyangan di pura terdekat untuk memohon anugerah kebijaksanaan.

3. Minum Air Jampi atau Tirta – Air suci atau air kelapa muda sering digunakan sebagai simbol penyucian dari dalam.

4. Makan Bubur Sum-Sum – Beberapa keluarga memiliki tradisi membuat dan makan bubur sum-sum sebagai simbol kesejahteraan dan kebersihan batin.

 

Melalui Banyupinaruh, umat Hindu diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan kebijaksanaan, kesadaran, dan kebersihan lahir batin.

 

Penulis : Redaksi Beat Radio Bali